Pelabuhan karangantu, pelabuhan jaman dulu yang kaya akan ikan

karanghantuu.jpg

Pelabuhan Karangantu, itu adalah sebutan untuk Gambar diatas. Tapi sebutan pelabuhan itu hanya dipakai pada zaman Pemerintahan Belanda di Serang-Banten ini. Sekarang masyarakat sekitar hanya menyebut karangantu saja, zaman dahulu, tempat ini sangat bersih, tapi sekarang air sungainya sudah tercemar oleh sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar. Karangantu ini bersebelahan dengan Selat Sunda. Karena itu pada zaman dahulu tempat ini menjadi pusat perdagangan Belanda yang disebut VOC. Tapi sekarang kegiatan perdagangan itu masih aktif dengan adanya pasar ikan di Karangantu ini. Setelah melewati Karangantu ini, terdapat juga bangunan tua, berbentuk Benteng, yang mungkin dulunya adalah bekas Benteng pertahanan belanda, selain Benteng pertahanan ini terdapat juga Klenteng AVALOKITESVERA, klenteng ini sudah lama berdiri, mungkin dari zaman pemerintahan Belanda.

Mesjid jaman dahulu, yang sekarang masih tetap aktif

mesjid-agung-banten.jpg

Gambar diatas kalau dilihat secara sekilas, mirip sebuah menara mercusuar, tapi menara ini adalah bagian dari sebuah mesjid, yang bernama Mesjid Agung Banten. Mesjid ini terletak dipusat kota Banten, karena letaknya yang strategis, mesjid ini sering di gunakan untuk acara-acara kegamaan umat islam di daerah Banten. Yang lebih menarik lagi Masjid Agung Banten ini terletak, bersebelahan dengan Gereja Katolik, yaitu Gereja Kristus Raja Serang, kan biasanya rumah ibadat yang bersebelahan akan menimbulkan konflik, tetapi masyarakat banten mempunyai rasa solidaritas yang sangat tinggi sehingga tidak menimbulkan konflik antar agama, yang biasa terjadi di kota-kota besar lainnya. Cara untuk menghindari konflik antar agama ini adalah adanya saling menghormati antar pemeluk agama, dan tidak mengganggu jalannya ibadah, sehingga timbul rasa aman, nyaman, dan tentram dalam melakukan ibadahnya masing-masing. Dan Mesjid Agung Banten ini adalah mesjid tertua di kota Banten

Bekas Benteng Penjajahan Belanda, yang sekarang masih ada

benteng

Setelah melewati Karangantu disini kita dapat lihat sebuah bangunan tua, bangunan ini adalah sebuah Benteng Pertahanan yang dibuat pada zaman Pemerintahan Belanda. Kalau dilihat sekilas dari gambar ini tempat ini terlihat di rawat dengan benar, tapi kalau kalian datang sendiri ke daerah ini, wah….wahh..wahhhh… Banyak sekali sampah yang berserakan disini, sampahnya hanya berupa daun kering saja sih, tapikan merusak pemandangan, dan merusak nilai dari pada bangunan ini sendiri. Maka dari itu kita harus menjaga dan melestarikannya, agar tempat tersebut tidak rusak dimakan waktu.

Klenteng tertua di Banten

klenteng.jpg

Klenteng ini berada dekat dengan Benten Pertahanan Belanda tadi. Nama Klenteng ini adalah AVALOKITESVERA. Klenteng ini dipakai pada kegiatan-kegiatan keagamaan Budha. Dan biasanya Klenteng ini sangat ramai dikunjungi pada Cap Go Me, biasanya Cap Go Me ini dilaksanakan pada tanggal 15 atau 15 hari sesudah Tahun Baru Imlek. Acara Cap Go Me ini biasanya sangat ramai dikunjungi para pendatang dari luar kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dll. Menurut sumber yang kami dapatkan kegiatan acara Cap go Me ini adalah mengeluarkan Toa Pe Kong, Toa Pe Kong ini adalah dewa. Dan biasanya orang yang datang ketempat ini meminta berkat, umur panjang, keselamatan, kesehatan, dan lain-lain. Klenteng AVALOKITESVERA ini sangat luas sekali. Data yang kami peroleh sangat sedikit, jadi jika kalian ingin tau lebih jelas, kunjungi saja Klenteng ini, didaerah Banten Lama atau karangantu. Dan baru kemarin Klenteng berulang tahun. Acaranya ramai banget dah.

Lambang Pandegelang

badak.jpg

Gambar diatas bukan badak bercula satu asli, melainkan hanya sebuah patung, apakah kalian tahu patung badak ini, merupakan lambang dari kota Pandegelang?. Dan apakah didaerah kalian memiliki lambang, yang menjadi ciri khas kota anda??. Dan mengapa memakai lambang Badak bercula satu ini, mungkin karena letaknya yang dekat dengan Ujung Kulon, tempat perlindungan hewan badak yang hampir punah ini. Sebenarnya gambar ini diambil dari alun-alun kota pandegelang, namun gambar ini sudah dicrop oleh kami karena terlalu besar. Kota Serang memiliki sebutan dengan Serang BertaQwa, kota Pandegelang ini juga memiliki sebutan yaitu Pandegelang Berkah. Serang-Pandegelang ini jaraknya cukup jauh, dan sebelum sampai kota Pandegelang, dalam perjalanan kita akan melihat pemandangan persawahan yang cukup luas. Dan yang menjadi daya tarik kota Pandegelang ini adalah masyarakat badui, masyarakat pedalaman ini, biasanya dikunjungi oleh para pendatang, yang ingin mengenal lebih jauh, tentang bagaimana cara hidup masyarakat pedalaman ini.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!